30 September 2009
Teori kecelakaan kerja Swiss Cheese Model menekankan penyebab kecelakaan pada kelalaian/kesalahan manusia (human errors).
Di teori ini, James Reason membagi penyebab kelalaian/kesalahan manusia menjadi 4 tingkatan: 1. tindakan tidak aman (unsafe acts); 2. pra-kondisi yang dapat menyebabkan tindakan tidak aman (preconditions for unsafe acts); 3. pengawasan yang tidak aman (unsafe supervision); 4. pengaruh organisasi (organizational influences).
Berbeda dengan teori Domino Heinrich, Swiss Cheese Model memberikan informasi perihal bagaimana suatu tindakan tidak aman dapat terjadi. Informasi berikut, menunjukkan bagaimana terjadinya suatu tindakan tidak aman itu.
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Safety and Health | Ditandai: james reason, K3, Kecelakaan, kecelakaan kerja, kecelakaan tambang, Keselamatan, keselamatan kerja, safety, swiss cheese, swiss cheese model, swiss cheese theory, teori, teori kecelakaan |
Permalink
Ditulis oleh Syafril Hernendi
23 September 2009
Dalam buku Industrial Safety, David Colling, mendefiniskan kecelakaan kerja (selanjutnya akan ditulis kecelakaan saja) sebagai berikut:
“Kejadian tak terkontrol atau tak direncanakan yang disebabkan oleh faktor manusia, situasi, atau lingkungan, yang membuat terganggunya proses kerja dengan atau tanpa berakibat pada cedera, sakit, kematian, atau kerusakan properti kerja.”
Ada beberapa teori yang berkembang untuk menjelaskan terjadinya kecelakaan ini. Salah satu yang ternama adalah yang diusulkan oleh H.W. Heinrich dengan teorinya yang dikenal sebagai Teori Domino Heinrich.
Dalam Teori Domino Heinrich, kecelakaan terdiri atas lima faktor yang saling berhubungan: 1. Kondisi kerja; 2. Kelalaian manusia; 3. Tindakan tidak aman; 4. Kecelakaan; 5. Cedera.
Baca entri selengkapnya »
Leave a Comment » |
Safety and Health | Ditandai: domino, efek domino, heinrich, K3, Kecelakaan, kecelakaan kerja, kecelakaan tambang, Keselamatan, keselamatan kerja, safety, teori, teori domino, teori kecelakaan |
Permalink
Ditulis oleh Syafril Hernendi
15 September 2009

Aux Vent Systems
Auxiliary ventilation (ventilasi bantu) mengacu pada sistem ventilasi yang digunakan untuk memasok udara ke permuka kerja (working face).
Permuka kerja adalah bukaan yang dibuat sebagai bagian pengembangan terowongan. Permuka kerja belum terhubung dengan terowongan lain sehingga hanya berbentuk serupa bukaan buntu (blind heading).
Ventilasi bantu mesti dirancang secara mandiri dari sistem ventilasi utama sehingga tidak akan mempengaruhi aliran udara keseluruhan di tambang bawah tanah.
Baca entri selengkapnya »
3 Tanggapan |
Ventilasi Tambang | Ditandai: auxiliary ventilation, diesel, duct, exhausting, fan, forcing, kipas, sistem hembus, sistem hisap, sistem ventilasi, sistem ventilasi tambang, Tambang, Tambang bawah tanah, Ventilasi, ventilasi bantu, Ventilasi Tambang, ventilasi tambang bawah tanah |
Permalink
Ditulis oleh Syafril Hernendi
9 September 2009

- Pawling & Harnischfeger
Orang-orang yang telah terbiasa berurusan dengan tambang pasti tak asing lagi dengan deretan tiga karakter ini: P&H.
P&H telah menjadi merek terpercaya berbagai alat berat yang beroperasi di tambang. Di tambang terbuka, siapa tak kenal dengan shovel atau alat bor bermerek P&H.
P&H Mining Equipment didirikan oleh Alonzo Pawling (1858-1914) dan Henry Harnischfeger (1855-1930) di Milwaukee, AS pada tahun 1884. Pawling masih berusia 27 tahun dan Harnischfeger berusia 29 ketika mendirikan perusahaan itu. Baca entri selengkapnya »
1 Tanggapan |
Sejarah Tambang, Tokoh Tambang | Ditandai: Alat Tambang, Alonzo Pawling, electric shovel, Harnischfeger, Henry Harnischfeger, P&H, P&H electric shovel, P&H Mining Equipment, P&H shovel, Pawling, power shovel, shovel |
Permalink
Ditulis oleh Syafril Hernendi